Tampilkan postingan dengan label Life Cycle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life Cycle. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Desember 2014

Perkembangan normal pada anak usia 9 tahun


1. Perkembangan Fisik
Pertumbuhan fisik pada masa ini lambat dan relatif seimbang. Peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Peningkatan berat badan anak terjadi terutama karena bertambahnya ukuran sistem rangka, otot dan ukuran beberapa organ tubuh lainnya.
2. Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak – anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk memperhalus ketrampilan – ketrampilan motorik, anak – anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak – anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal, seperti senam, berenang, dll.
Beberapa perkembangan motorik (kasar  maupun halus) selama periode ini, antara lain :
*      Kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat
*      Mampu menggunakan peralatan rumah tangga
*      Ketrampilan lebih individual
*      Ingin terlibat dalam sesuatu
*      Menyukai kelompok dan mode
*      Mencari teman secara aktif.
3. Perkembangan Kognitif
Dalam keadaan normal, pada periode ini pikiran anak berkembang secara berangsur – angsur. Jika pada periode sebelumnya, daya pikir anak masih bersifat imajinatif dan egosentris, maka pada periode ini daya pikir anak sudah berkembang ke arah yang lebih konkrit, rasional dan objektif. Daya ingatnya menjadi sangat kuat, sehingga anak benar-benar berada pada stadium belajar.
Menurut teori Piaget, pemikiran anak – anak  usia sekolah dasar disebut pemikiran Operasional Konkrit (Concret Operational Thought), artinya aktivitas mental yang difokuskan pada objek – objek  peristiwa nyata atau konkrit. Dalam upaya memahami alam sekitarnya, mereka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi yang bersumber dari pancaindera, karena ia mulai mempunyai kemampuan untuk membedakan apa yang tampak oleh mata dengan kenyataan sesungguhnya. Dalam masa ini, anak telah mengembangkan 3 macam proses yang disebut dengan operasi – operasi, yaitu :
a). Negasi (Negation), yaitu pada masa konkrit operasional, anak memahami hubungan-hubungan antara benda atau keadaan yag satu dengan benda atau keadaan yang lain.
b). Hubungan Timbal Balik (Resiprok), yaitu anak telah mengetahui hubungan sebab-akibat dalam suatu keadaan.
c). Identitas, yaitu anak sudah mampu mengenal satu persatu deretan benda-benda yang ada.
Operasi yang terjadi dalam diri anak memungkinkan pula untuk mengetahui suatu perbuatan tanpa melihat bahwa perbuatan tersebut ditunjukkan. Jadi, pada tahap ini anak telah memiliki struktur kognitif yang memungkinkanya dapat berfikir untuk melakukan suatu tindakan, tanpa ia sendiri bertindak secara nyata.
a. Perkembangan Memori
Selama periode ini, memori jangka pendek anak telah berkembang dengan baik. Akan tetapi, memori jangka panjang tidak terjadi banyak peningkatan dengan disertai adanya keterbatasan – keterbatasan. Untuk mengurangi keterbatasan tersebut, anak berusaha menggunakan strategi memori (memory strategy), yaitu merupakan perilaku disengaja yang digunakan untuk meningkatkan memori. Matlin (1994) menyebutkan 4 macam strategi memori yang penting, yaitu :
Rehearsal (Pengulangan) : Suatu strategi meningkatkan memori dengan cara mengulang berkali-kali informasi yang telah disampaikan.
Organization (Organisasi) : Pengelompokan dan pengkategorian sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan memori. Seperti, anak SD sering mengingat nama-nama teman sekelasnya menurut susunan dimana mereka duduk dalam satu kelas.
Imagery (Perbandingan) : Membandingkan sesuatu dengan tipe dari karakteristik pembayangan dari seseorang.
Retrieval (Pemunculan Kembali) : Proses mengeluarkan atau mengangkat informasi dari tempat penyimpanan. Ketika suatu isyarat yang mungkin dapat membantu memunculkan kembali sebuah meori, mereka akan menggunakannya secara spontan.
Selain strategi-strategi memori diatas, terdapat hal lain yang mempengaruhi memori anak, seperti tingkat usia, sifat anak (termasuk sikap, kesehatan dan motivasi), serta pengetahuan yang diperoleh anak sebelumnya.
b. Perkembangan Pemikiran Kritis
Perkembangan Pemikiran Kritis yaitu pemahaman atau refleksi terhadap permasalahan secara mendalam, mempertahankan pikiran agar tetap terbuka, tidak mempercayai begitu saja informasi-informasi yang datang dari berbagai sumber serta mampu befikir secara reflektif dan evaluatif.
c. Perkembangan Kreativitas
Dalam tahap ini, anak-anak mempunyai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Perkembangan ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama lingkungan sekolah.
d. Perkembangan Bahasa
Selama masa anak-anak awal, perkembangan bahasa terus berlanjut. Perbendaharaan kosa kata dan cara menggunakan kalimat bertambah kompleks. Perkembangan ini terlihat dalam cara berfikir tentang kata-kata, struktur kalimat dan secara bertahap anak akan mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan padat, serta dapat menerapkan berbagai aturan tata bahasa secara tepat.
4. Perkembangan Psikosial
Pada tahap ini, anak dapat menghadapi dan menyelesaikan tugas atau perbuatan  yang dapat membuahkan hasil, sehingga dunia psikosial anak menjadi semakin kompleks. Anak sudah siap untuk meninggalkan rumah dan orang tuanya dalam waktu terbatas, yaitu pada saat anak berada di sekolah. Melalui proses pendidikan ini, anak belajar untuk bersaing (kompetitif), kooperatif dengan orang lain, saling memberi dan menerima, setia kawan dan belajar peraturan – peraturan yang berlaku. Dalam hal ini proses sosialisasi banyak terpengaruh oleh guru dan teman sebaya. Identifikasi bukan lagi terhadap orang tua, melainkan terhadap guru. Selain itu, anak tidak lagi bersifat egosentris, ia telah mempunyai jiwa kompetitif sehingga dapat memilah apa yang baik bagi dirinya, mampu memecahkan masalahnya sendiri dan mulai melakukan identifikasi terhadap tokoh tertentu yang menarik perhatiannya.
a. Perkembangan Pemahaman Diri
Pada tahap ini, pemahaman diri atau konsep diri anak mengalami perubahan yang sangat pesat. Ia lebih memahami dirinya melalui karakteristik internal daripada melalui karakteristik eksternal.
b. Perkembangan Hubungan dengan Keluarga
Dalam hal ini, orang tua merasakan pengontrolan dirinya terhadap tingkah laku anak mereka berkurang dari waktu ke waktu dibandingkan dengan periode sebelumnya, karena rata-rata anak menghabiskan waktunya di sekolah. Interaksi guru dan teman sebaya di sekolah memberikan suatu peluang yang besar bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan ketrampilan sosial.
c. Perkembangan Hubungan dengan Teman Sebaya
Berinteraksi dengan teman sebaya merupakan aktivitas yang banyak menyita waktu. Umumnya mereka meluangkan waktu lebih dari 40% untuk berinteraksi dengan teman sebaya dan terkadang terdapat duatu grup/kelompok. Anak idak lagi puas bermain sendirian dirumah. Hal ini karena anak mempunyai kenginan kuat untuk diterima sebagai anggota kelompok
2.      Etiologi retardasi mental
Retardasi mental merupakan keadaan perkembangan jiwa yang terhenti atau tidak lengkap, yang terutama ditandai oleh terjadinya hendaya keterampilan selama masa perkembangan, sehingga berpengaruh pada tingkat kecerdasan secara menyeluruh, misalnya kemampuan kognitif, bahasa, motorik dan sosial (Maslim,1998).
Adanya disfungsi otak merupakan dasar dari retardasi mental. Untuk mengetahui adanya retardasi mental perlu anamnesis yang baik, pemeriksaan fisik dan laboratorium. Penyebab dari retardasi mental sangat kompleks dan multifaktorial. Walaupun begitu terdapat beberapa factor yang potensial berperanan dalam terjadinya retardasi mental seperti yang dinyatakan oleh Taft LT (1983) dan Shonkoff JP (1992) dibawah ini.
Faktor-Faktor Yang Potensial Sebagai Penyebab Retardasi Mental
1.      Non-Organik
*      Kemiskinan dan keluarganya yang tidak harmonis
*      Factor sosio cultural
*      Interaksi anak-pengasuh yang tidak baik
*      Penelantaran anak
2.      Oraganik
*      Faktor prakonsepsi
a.       Abnormalitas single gene ( penyakit –penyakit metabolik, kelainan neurokutaneus, dll )
b.      Kelainan kromosom ( X-linked, translokasi, fragile-X), sindrom polygenic familial.
*      Factor prenatal
a.       Gangguan pertumbuhan otak trimester I
v  Kelainan kromosom ( trisomi, mosaik, dll)
v  Infeksi intrauterine, misalnya TORCH, HIV
v  Zat-zat teratogen ( alcohol, radiasi, dll )
v  Disfungsi plasenta
v  Kelainan congenital dari otak (idiopatik)
b.      Gangguan pertumbuhan otak trimester II dan III
v  Infeksi intrauterine, misalnya TORCH, HIV
v  Zat- zat teratogen ( alcohol, kokain, logam berat, dll )
v  Ibu : diabetes mellitus, PKU ( phenilketonuria )
v  Toksemia gravidarum
v  Disfungsi plasenta
v  Ibu malnutrisi
*      Factor perinatal
a.       Sangat premature
b.      Asfiksia neonatorum
c.       Truma lahir : perdarahan intracranial
d.      Meningitis
e.       Kelainan metabolic : hipoglikemik, hiperbilirubinemia
*      Factor post natal
a.       Trauma berat pada kepala/susunan saraf pusat
b.      Neurotoksin, misalnya logam berat
c.       CVA ( Cerebrovaskuler accident )
d.      Anoksia, misalnya tenggelam
e.       Metabolic
v  Gizi buruk
v  Kelainan hormonal, misalnya hipotiroid, pseudohipotiroid
v  Amino aciduria, misalnya PKU
v  Kelainan metabolisme karbohidrat, galaktosemia dll
v  Polisakaridosis, misalnya sindrom Hurler
v  Cerebral lipidosis ( Tay Sachs ), dengan hepatomegali ( Gaucher )
v  Penyakit degeneratif/ metabolic lainnya.
f.        Infeksi
v  Meningitis, ensefalitis, dll.
v  Subakut sklerosing panasefalitis
Kebanyakan anak yang menderita retardasi mental ini berasal dari golongan social ekonomi rendah akibat kurangnya stimulasi dari lingkungannya sehingga secara bertahap menurunkan IQ yang bersamaan dengan terjadinya maturasi. Demikian pula dengan keadaan social ekonomi yang rendah dapat sebagai penyebab organic dari retardasi mental, misalnya keracunan logam berat yang subklinik dalam jangka waktu yang lama dapat mempengaruhi kemampuan kognitif, ternyata lebih banyak pada anak-anak dikota dari golongan social ekonomi rendah. Demikian pula dengan kurang gizi, baik pada ibu hamil maupun pada anaknya setelah lahir dapat mempengaruhi pertumbuhan otak anak.



 >>

Senin, 28 Maret 2011

Ciri-ciri tumbuh kembang anak

 

 Tumbuh kembang anak yang sudah dimulai sejak konsepsi sampai dewasa itu mempunyai ciri-ciri tersendiri, yaitu:
  1. Tumbuh kembang adalah proses yang kontinu sejak dari konsepsi sampai maturitas/dewasa, yang dipengaruhi oleh factor bawaan dan lingkungan. Ini berarti bahwa tumbuh kembang sudah terjadi sejak di dalam kandungan dan setelah kelahiran merupakan suatu masa dimana mulai saat itu tumbuh kembang anak dapat dengan mudah diamati.
  2. Dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang berlainan diantara organ-organ. 
  3. Terdapat 3 periode pertumbuhan cepat adalah pada masa janin, masa bayi 0 – 1 tahun, dan masa pubertas. Sedangkan pertumbuhan organ-organ tubuh mengikuti 4 pola, yaitu pola umum, limfoid, neural, dan reproduksi.
  4. Pola perkembangan anak adalah sama pada semua anak, tetapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan lainnya. Contoh, anak akan belajar duduk sebelum belajar berjalan, tetapi umur saat anak belajar duduk/berjalan berbeda antara anak satu dengan lainnya.
  5. Perkembangan erat hubungannya dengan maturisasi sistem susunan saraf. Contoh, tidak ada latihan yang dapat menyebabkan anak dapat berjalan sampai sistem saraf siap untuk itu, tetapi tidak adanya kesempatan praktik akan menghambat kemampuan ini.
  6. Aktivitas seluruh tubuh diganti respons individu yang khas. Contoh, bayi akan menggerakkan seluruh tubuhnya, tangan, dan kakinya kalau melihat sesuatu yang menarik, tetapi pada anak yang lebih besar reaksinya hanya tertawa atau meraih benda tersebut.
  7. Arah perkembangan anak adalah sefalokaudal. Langkah pertama sebelum berjalan adalah perkembangan menegakkan kepala.
  8. Refleks primitif seperti refleks memegang dan berjalan akan menghilang sebelum gerakan volunter tercapai. 

 Ciri tumbuh kembang anak



Setiap anak adalah individu yang unik, karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda, maka pertumbuhan dan pencapaian kemampuan perkembangannya juga berbeda, tetapi tetap akan menuruti patokan umum. Sehingga diperlukan kriteria sampai seberapa jauh keunikan seorang anak tersebut, apakah masih dalam batas-batas normal atau tidak. Dikenal normal dalam arti medis dan normal dalam arti statistik. Yang dimaksud normal dalam arti medis yaitu apabila pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun intelek dan kepribadian berlangsung harmonis yang meningkat dan dapat diramalkan kecepatan serta hasil akhirnya, sesuai dengan kemampuan genetik/bawaannya. Sedangkan yang dimaksud normal dalam arti statistik adalah apabila anak tersebut berada dalam batas 2 SD dibawah atau diatas mean kurva sebaran normal menurut Gauss, dimana seorang anak dibandingkan dengan anak sebayanya. Jadi mungkin saja seorang anak termasuk abnormal dalam arti statistik tetapi sesungguhnya masih normal dalam arti medis, misalnya anak dari keluarga yang bertubuh kecil.

Ciri pertumbuhan anak:
1. Perubahan ukuran, misal perubahan ukuran lingkar kepala.
2. Perubahan proporsi, misal pengecilan kepala.
3. Hilangnya ciri2 lama, misal hilangnya tonsil dan refleks-refleks primitif.
4. Timbulnya ciri-ciri baru, misal gigi susu menjadi gigi permanen.


Pertumbuhan fisik pada anak :

1.      Pertumbuhan janin intrauterin
Pada masa embrio yaitu 8 minggu pertama kehamilan, sel telur yang telah dibuahi  berdiferensiasi secara cepat menjadi organisme yang mempunyai bentuk anatomis seperti manusia.pada sistem-sistem tertentu organogenesis diteruskan sampai lebih dari 8 minggu.
Mortalitas pada masa embrio ini tinggi, yang disebabkan oleh abnormalitas dari gen/kromosom dan gangguan kesehatan ibu.makin tua umur ibu merupakan predisposisi kelainan kromosom.sedangkan infeksi pada ibu yang terutama disebabkan oleh TORCH yang terjadi pada trimester 1 kehamilan sering menyebabkan kelainan bawaan.
Pada masa janin yaitu pada kehamilan 9-40 minggu pertumbuhan berjalan cepat dan mulai berfungsinya organ-organ.mortalitas pada masa janin terejadi akibat gangguan oksigenasi, infeksi, trauma, radiasi, bahan kimia, gizi ibu, dan imunitas.
Pada janin umur 8 minggu beratnya hanya 1 gram dengan panjangnya 2,5 cm. pada 12 minggu beratnya 14 gram dan panjangnya 7,5 cm.jenis kelamin bias dikenali pada akhir trimester 1.pada kehamilan 16 minggu berat janin 100 gram dan panjangnya 17.pada umur kehamilan 20 minggu berat janin 500 gram,28 minggu 1000 gram dan panjangnya 35 cm,8 bulan 1500 gram,dan 9 bulan/pada waktu dilahirkan rata-rata berat bayi 3200 gram,panjang badan 50 cm,dan lingkar kepala 34 cm.pertumbuhan janin yang pesat  pada trimester 111 kehamilan ini adalah sebagai akibat dari bertambahnya jaringan lemak subkutan dan masa otot.

2.      Pertumbuhan setelah lahir
a.      Berat badan
Kenaikan berat badan anak pada tahun pertama kehidupan, kalau anak mendapat gizi  yang baik, adalah berkisar  antara :

            700-1000 gram/bulan pada triwulan  1
             500-600  gram/bulan pada triwulan  2
350-450  gram/bulan pada triwulan  3
250-350  gram/bulan pada triwulan  4

Dapat pula digunakan rumus yang dikutip dari Behrman, 1992 untuk memperkirakan  berat badan anak adalah sebagai berikut :

Perkiraan berat badan dalam kilogram
1. Lahir         :           3,25 kg
2. 3-12 bulan :           Umur (bulan)+9
                             2
             3. 1-6 tahun   :           Umur (tahun)x2+8
             4. 6-12 tahun :           Umur (tahun)x7-5
                             2

b.      Tinggi badan
Tinggi badan rata-rata pada waktu lahir adalah 50 cm. Secara garis besar, tinggi badan anak dapat diperkirakan ,sebagai berikut :

1 tahun : 1,5 x TB lahir
4 tahun : 2 x TB lahir
6 tahun : 1,5 x TB setahun
13 tahun : 3 x TB lahir
Dewasa : 3,5 x TB lahir (2 x TB 2 tahun)

Atau digunakan rumus seperti yang dikutip dari Berhman,1992 sebagai berikut :
Perkiraan tinggi badan  dalam sentimeter
a. Lahir         :           50 cm
b. Umur 1 tahun :    75 cm
c. 2-12 tahun :           umur(tahun) x 6 + 77

Rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik berdasarkan data tinggi badan orang tua dengan asumsi  bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai dengan potensinya , adalah sebagai berikut :
TB anak perempuan = (TB ayah – 13 cm) + TB ibu ±  8,5 cm
                                                                         2

TB anak laki-laki  = (TB ibu + 13 cm) + TB ayah ±  8,5 cm
                                                       2

c. Kepala
    Lingkar kepala pada waktu lahir rata-rata 34 cm dan besarnya lingkar kepala ini lebih besar dari lingkar dada. Pada anak umur 6 bulan lingkar kepala rata-ratanya adalah 44 cm, umur 1 tahun 47 cm, 2 tahun 49 cm, dan dewasa 54 cm.
 
d. Gigi
    Gigi pertama tumbuh pada umur 5-9 bulan, pada umur 1 tahun sebagian besar anak mempunyai 6-8 gigi susu. Selama tahun kedua gigi tumbuh lagi 8 biji, sehingga jumlah seluruhnya 14-16 gigi. Dan pada umur 2 1/2 tahun sudah terdapat 20 gigi susu.

e. Jaringan Lemak
   Pertambahan jumlah sel lemak meningkat pada trimestre III kehamilan sampai pertengahan masa bayi. Pertumbuhan jeringan lemak melambat sampai anak berumur 6 tahun, anak kelihatan kurus/langsing. Jeringan lemak bertambah lagi pada anak perempuan umur 8 tahun dan pada anak laki-laki umur 10 tahun sampai menjelang awal pubertas.

>>