Tampilkan postingan dengan label Bedah Bahapal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bedah Bahapal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Januari 2011

KLASIFIKASIDAN PENANGANAN OPEN FRAKTUR (GUSTILLO/ANDERSON}

KLASIFIKASI OPEN FRAKTUR (GUSTILLO/ANDERSON}

Grade I      Patah tulang terbuka dengan luka < 1 cm, relatif bersih, kerusakan jaringan lunak minimal, bentuk patahan simpel/transversal/oblik.
Grade II    Patah tulang terbuka dengan luka > 1 cm, kerusakan jaringan lunak tidak luas, bentuk patahan simpel.
Grade III   Patah tulang terbuka dengan luka > 10 cm, kerusakan jaringan lunak yang luas, kotor dan disertai kerusakan pembuluh darah dan saraf.

IIIA.    Patah tulang terbuka dengan kerusakan jaringan luas, tapi    masih  bisa menutupi patahan tulang waktu dilakukan perbaikan.
III B    Patah tulang terbuka dengan kerusakan jaringan lunak hebat dan atau hilang (soft tissue loss) sehingga tampak tulang (bone-exposs)
III C    Patah tulang terbuka dengan kerusakan pembuluh darah dan atau saraf yang hebat

PENANGANAN OPEN FRAKTUR

Pembersihan luka
Luka kotor, bekuan darah dan material benda asing harsu dibuang dan dicuci dengan air steril, dan lebih ideal dengan garam fisiologis.
Debridemen/pembuangan jaringan avital
a.       Membuang benda asing
b.      Membuang jaringan avital
Tujuan debridemen :
a.                   Mengurangi derajat terkontaminasi
b.                  Menciptakan luka yang bersih
Reposisi dan stabilisasi tulang
Reposisi dilakukan secara anatomis dan optimal untuk menghilangkan terjadinya dead space dan penekanan tulang pada kulit, sehingga penutupan luka tidak menjadi trgang. Fiksasi/stabilisasi dilakukan setelah reposisi untuk mempertahankan kedudukan patahan tulang.
Penutupan luka
-          Penutupan luka untuk patah tulang teruka tipe 1 dapat dilakukan dengan penutupan secara primer
-          Penutupan luka untuk patah tulang teruka tipe 2 dan 3 sebaiknya dibiarkan terbuka dan memerlukan debridemen ulang bila ada tanda-tanda infeksi.
Pemberian antibiotika
-          Pemberian antibiotiotika pada patah tulang bukanlah tindakan profilaksis, tapi merupakan tindakan terapeutik
-          Cephalosorin merupakan broad spectrum yang diberikan secara parenteral, penambahan dengan aminoglikosida diindikasikan bila luka hebat (patah tulang tipe 3)
Pencegahan tetanus

>>

RESUSITASI JANTUNG PARU

AIRWAY

1.      Menilai jalan nafas

Look:
o   Gerak dada & perut
o   Tanda distres nafas
o   Warna mukosa, kulit
o   Kesadaran
                        Listen à Gerak udara nafas dengan telinga
                        Feel à Gerak udara nafas dengan pipi
                        Penyebab sumbatan jalan nafas
*      Paling sering : dasar lidah, palatum mole, darah, benda asing, spasme  laring.
*      Penyebab lain : spasme bronkus, sembab mukosa, sekret, aspirasi.
                       
                        Tanda sumbatan / obstruksi
        mendengkur : pangkal lidah (snoring)
        suara berkumur : cairan (gargling)
        stridor : kejang / edema pita suara (crowing)

Tanda lebih lanjut
        gelisah (karena hipoksia)
        gerak otot nafas tambahan                 
        (tracheal tug, retraksi sela iga)
        gerak dada & perut paradoksal
        sianosis (tanda lambat)

2.      Bersihkan jalan nafas

·         Bila curiga ada sumbatan, mulut harus dibuka paksa.
·         Gerak jari menyilang
·         Gerak jari dibelakang gigi
·         Gerak angkat mandibula lidah
1.      Jaga tulang leher (baring datar, wajah ke depan, leher posisi netral)
2.      Membebaskan jalan nafas
-      Head tilt (hati-hati pasien trauma)
-      Chin lift (hati-hati pasien trauma)
-      jaw-thrust
3.      Bersihkan cairan à suction
4.      pasang oro/ naso-pharyngeal tube
5.      pertimbangkan intubasi

BREATHING

o   berikan 2 nafas yang berhasil dada terangkat @ 500-600 ml (maksimal 1000 ml)
o   beri sela ekshalasi
o   beri oksigen 100% lebih dini

CIRCULATION
o   Lakukan raba nadi carotis
o   30 pijat - 2 nafas

      Jika trachea sudah intubasi
o   tak usah sinkronisasi
o   pijat 100x/ menit  + nafas 12 / menit

DEFIBRILLATION

o   DC shock sedini mungkin (sebelum 5-10 menit)
o   360 Joules
                        Jika defibrillation diberikan sebelum 5 menit,
                        > 50% kemungkinan jantung berdenyut kembali

RJP berhasil

         Lanjutkan oksigenasi, kalau perlu nafas buatan
         Hipotensi diatasi dengan inotropik dan obat vaso-aktif (adrenalin, dopamin, dobutamin, ephedrin)
         Tetap di infus untuk jalan obat cepat
         Terapi aritmia
         Koreksi elektrolit, cairan dsb
         Awasi di  ICU
         awas: cardiac arrest sering terulang lagi

ECG dalam cardiac arrest ada 3 pola

(pada semuanya, nadi carotis tidak ada)

         VF / VT pulseless = ada gelombang khas
        shockable, harus segera DC-shock
        (ada VT yang nadi carotis (+) ® tak perlu DC-shock)
         Asystole = tak ada gelombang (ECG flat)
        UN-shockable
         PEA = EMD = ada gelombang mirip ECG normal
        UN-shockable

Bila Cardiac Arrest membandel, kemungkinan:

1.      Hipoksia
2.      Hipovolemia
3.      Hiperkalemia
4.      Hipotermia
5.      Tamponade jantung
6.      Tension pneumothorax
7.      Thromboemboli paru
8.      Toxic overdose
9.      Beta-blocker, Ca-blocker
10.  Digitalis, Tricyclic AD
11.  Massive MI
12.  Asidosis
>>

LUKA BAKAR

1.      Luka Bakar Derajat I

-          Yang rusak hanya epidermis
-          Kulit tampak kering
-          Gelembung/bula (-)
-          Sakit (+) à karena ujung saraf tidak terganggu
 -          Sembuh dalam 5-10 hari

2.      Luka Bakar Derajat II
  • Yang rusak epidermis dan dermis bagian luar
  • Gelembung/bula ( + ) 
  • Hiperemis bila bula pecah, pucat bila lebih dalam 
  • Sakit (+)
  • Penyembuhan ada sisa-sisa papila dermis
    II A : dangkal   sembuh dalam 10-14 hari
    II B : dalam      sembuh dalam 1 bulan atau lebih

3.      Luka Bakar Derajat III

-          Yang rusak seluruh lapisan kulit sampai jaringan di bawahnya
-          Gelembung/bula (-)
-          Sakit (-) à ujung saraf sudah rusak
-          Dasar luka putih, pucat à kering dalam 5-10 hari à Eschar (+) karena koagulasi protein
-          Dalam 10-14 hari Eschar akan terlepas

Perhitungan luas luka bakar:
Rule of nine = kelipatan 9
·         Dinyatakan dalam %
·         Dewasa : rule of nine
-          Kepala, muka, leher                   9 %
-          Dada                                      9 %
-          Perut                                      9 %
-          Pinggang                                 9 %
-          Bokong                                   9 %
-          Lengan + tangan kanan             9 %
-          Lengan + tangan kiri                  9 %
-          Paha kanan                              9 %
-          Paha kiri                                  9 %
-          Betis kanan                              9 %
-          Betis kiri                                  9 %
-          Kemaluan                                1 %
        11 x 9 % + 1 % = 100 %
·         Bayi dan anak-anak

1 Tahun
5 Tahun
Kepala
18 %
14 %
Badan
36 %
36 %
Tangan
9 % – 9 %
9 % – 9 %
Kaki
14 % – 14 %
16 % – 16 %
Telapak tangan seluas 1 %



Pembagian luka bakar:

Luka Bakar Berat (kritis)

1.    LB derajat II lebih 25 %.
2.    LB derajat III pada muka, tangan, dan kaki atau lebih dari 10 % di bagian tubuh yang lain.
3.    LB yang disertai trauma jalan nafas, trauma luas jaringan lunak dan fraktur.
4.    LB akibat listrik.

Luka Bakar Sedang

1.    LB derajat II 15-25 %.
2.    LB derajat III < 10 % kecuali lengan, muka, dan kaki.

Luka Bakar Ringan

1.    LB derajat II < 15 %.
2.    LB derajat III < 2 %

Prinsip-prinsip penanganan pertama luka bakar:

1.    Bersihkan dengan air mengalir.
2.    Mengurangi rasa sakit.
3.    Menjaga jalan nafas.
4.    Mencegah infeksi.
5.    Mencegah syok.

Penanganan :

·         Bila tanpa penyulit :
-          Luka bakar derajat I :
                  tanpa obat à 7 hari
-          Luka bakar derajat II dangkal :
                  14 hari
-          Luka bakar derajat II dalam, derajat III :
                  harus tandur kulit à 21-30 hari

·         Penyulit :
-          Infeksi : kultur dan tes resistensi
-          Sepsis  : kuman 105/gram jaringan


 



Tanda-tanda :  - kesadaran menurun                           - RR > 32 kali/menit
                        - febris                                                 - diuresis menurun
                        - tensi menurun                                               - kulit coklat/hijau
                        - nadi meningkat                                 - nanah hijau àPseudomonas


Penanganan :

1.      Pertolongan Pertama
-          Lakukan :
§  Jauhkan dari sumber trauma
§  Siram dengan cairan dingin
§  Tutup luka dengan kain bersih
§  Beri analgetik
§  Bebaskan jalan napas
§  Cegah infeksi
§  Bula jangan dipecahkan
§  Beri antitetanus
§  Cegah syok

-          Luka bakar luas à syok
-          Luka bakar derajat II/III 40 % à 4 jam kemudian à syok
-          Luka bakar derajat II/III luas :
§  Fungsi usus terganggu à diberi minum à kembung à sulit bernapas
§  That’s why jangan diberi minum !!!
-          Luka bakar derajat II/III < 30 % :
§  Boleh minum
§  Beri elektrolit
-           Infus NaCl 0,9 % atau RL

2.      Indikasi Rawat

-          Luka bakar derajat II > 15 %
-          Luka bakar mengenai muka, mata, telinga, tangan, kaki, genitalia, perineum, dan kulit yang menutupi persendian
-          Luka bakar derajat III > 2 %
-          Ada komplikasi lain
-          Luka bakar derajat II > 10 % pada usia < 10 tahun dan > 50 tahun
-          Luka bakar listrik, petir, bahan kimia
-          Luka bakar akibat inhalasi panas

3.      Tindakan

a.       Pastikan airway/ventilasi baik
b.      Pasang infus à resusitasi cairan
c.       Pasang kateter à monitor diuresis (perjam)
d.      Ukur T.N.R.S. kesadaran
e.       Beri ATS/toxoid
f.       Beri analgetik
g.      Lakukan perawatan luka
h.      Beri ATB
i.        Pasang NGT
j.        Luka kotor :    - bersihkan luka
- lakukan debridement
- cuci dengan NaCl / savlon /
  deterjen
- escharectomy
k.      Luka bersih :   - silver sulfa diazin (SSD)
- garamycin zalf
- sofratul
- betadin encer
- obat merah

Terapi cairan pada luka bakar :

1.      Formula Evans

-          H 1      : (1 cc plasma + 1 cc isotonik
  kristaloid) x % luas LB x kgBB + 
  2000 cc D5
-          H 2      : setengahnya

2.      Formula Brooke
-          H 1      : (0,5 cc koloid + 1,5 cc isotonik
  kristaloid) x % luas LB x kgBB +
  2000 cc D5
-          H 2      : setengahnya

3.      Formula Bexter
-          H 1      : 3 cc x % luas LB x kgBB
-          H 2      : 0,5 cc plasma x % luas LB x kgBB +
  1,5 maintenance D5

Cara Pemberian

·         ½ nya diberikan dalam 8 jam pertama
·         ½ sisanya diberikan dalam 16 berikutnya


Resusitasi cairan pada luka bakar :

Ø  Kebutuhan cairan = 3 ml/kgBB/% luas LB
Ø  Cara pemberian :
-          8 jam pertama diberikan ½ jumlah kebutuhan cairan
-          16 jam selanjutnya diberikan ½ sisanya
Ø  Cairan diberikan dari saat terjadi kebakaran
Ø  Cairan RL atau Asering
Ø  Contoh :
BB = 50 kg, luas LB = 40 %
Kebutuhan cairan = 3 cc x 40 % x 50 kg
                              = 6000 cc
o   8 jam pertama (sejak kejadian)
= 3000 cc x 15 gtt/8 x 60 menit
= 3000 cc/32 menit
= 95–96 gtt/menit (makro drip)
o   16 jam berikutnya
= 3000 cc x 15 gtt/16 x 60 menit
= 3000 cc/64 menit
= 46–47 gtt/menit (makro drip)


PERAWATAN LUKA
- Derajat Satu Þ         -
- Derajat Dua  Þ        Cuci NaCl  + Savlon
                                                500 cc              5 cc
                                                Sofratul à Kassa Steril (Biarkan Satu Minggu)
- Derajat Tiga Þ
            Cuci NaCl  500 cc + Savlon 5 cc
            Debridement tiap hari
            Dermazin® / Burnazin® (Silver Sulfadiazin) tiap hari
            K/P Escharectomy + Skin Graft


LUKA BAKAR LISTRIK

·         Luka masuk dan luka keluar
·         Kerusakan dapat lebih dalam à kulit, otot, tulang
·         Jaringan penghantar arus listrik yang baik :
-          Saraf    à paling kecil hambatannya
-          Pembuluh darah
-          Otot
-          Lemak
-          Tulang à paling besar hambatannya
·         Makin besar hambatannya, makin tinggi panas yang ditimbulkan dan makin besar kerusakannya
·         Trauma listrik ditentukan oleh :
-          Besarnya voltase
-          Amper
-          Tahanan setempat
-          Tahanan di tempat aliran keluar
-          Lamanya kontak
-          Jalannya aliran
-          Kerentanan penderita
·         Kerusakan yang berat pada tempat arus masuk dan keluar à karena temperatur dapat mencapai 2500o-3000oC
·         Tempat masuk à bintik kehitaman
·         Tempat keluar à dikelilingi kulit yang pucat
(putih), abu-abu, cekung, kering (karena koagulasi terjadi di daerah ini)
·         Kontak lama à kerusakan pembuluh darah, jantung (aritmia) à kematian

>>